Wabup Shobih Asrori Buktikan Gas Metana di TPA Wonokerto Bisa Dipakai Sebagai Pengganti Elpiji
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mencoba menggunakan sampah sebagai bahan bakar gas metana untuk memasak di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Hasilnya sangat berhasil dan menunjukkan potensi besar dalam mengelola sampah secara lebih efisien dan ramah lingkungan.
Sebagai bukti, Wakil Bupati Pasuruan, HM. Shobih Asrori mencoba memasak telur ceplok dengan menggunakan api yang dihasilkan dari gas metana yang ada di TPA Wonokerto. Dalam waktu kurang dari 1 menit, telur tersebut sudah matang dan siap disajikan untuk dinikmati.
Menurut Wakil Bupati, uji coba pengolahan sampah yang menghasilkan gas metana di TPA Wonokerto berhasil dan sukses. Sekarang tidak perlu lagi menggunakan gas elpiji yang sudah menjadi pilihan masyarakat untuk memasak di sekitar TPA, karena sudah ada sumber gas baru yang lebih ramah lingkungan.
Menurutnya, bukti dari kualitas alat masak ini bisa dilihat oleh semua orang. Dia mencoba memasak telur ceplok dan hanya dalam waktu kurang dari satu menit, sudah matang dan siap untuk dimakan. Kualitas yang luar biasa!
Menurut Gus Shobih, setelah uji coba berhasil, warga sekitar dapat memanfaatkan gas metana. Ini adalah kabar baik bagi mereka yang tinggal di sekitar lokasi tersebut. Namun, proses untuk mencapai tahap ini masih akan memakan waktu sampai tahun 2026.
Baru saja saya bertanya kepada DLH kapan mereka dapat menyalurkan bantuan kepada warga. Mereka menjawab bahwa Insya Allah akan dilakukan tahun depan, karena harus memasang jaringan dan peralatan lainnya untuk melakukan itu. Terlebih lagi, mereka sedang berusaha memaksimalkan penggunaan anggaran tahun ini.
Ketika ditanya tentang teknis penggunaan gas metana, ia menjelaskan bahwa awalnya sampah ditimbun dengan tanah setiap tiga bulan. Selanjutnya, melalui proses filtrasi, gas metana, air, dan bahan lain dapat dipisahkan. Dari sini lah gas metana dapat digunakan sebagai energi yang berguna.
Menurutnya, gas metana yang diubah menjadi api memiliki kualitas yang hampir sama dengan gas elpiji. Namun, bentuknya tetap berbeda dan warnanya tetap biru namun dapat memanaskan dengan cepat.
Selain menguji penggunaan gas metana, Gus Shobih juga memberikan bantuan sembako kepada 55 pekerja di TPA dan warga sekitarnya.